Sabtu, 16 Mei 2020

KUNJUGI CANDI DERMO, BHS AKAN MERAWAT ASET SEJARAH DI SIDOARJO



    

    Bakal calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) kali ini berbagi sembako dan mampir melihat aset sejarah yang ada di Kecamatan Wonoayu. Sebuah candi yang terletak di Dusun Candinegoro Kecamatan Wonoayu ini bernama Candi Dermo. BHS ingin merawat salah satu aset sejarah Sidoarjo tersebut dengan melengkapi beberapa infrastruktur untuk menarik perhatian para wisatawan.
     “Candi Dermo ini kira-kira dibangun di zaman Majapahit, tetapi dimasa akhir peralihan dari kerajaan Hindu ke Islam. Rencananya akan dibangun sebuah candi besar, namun Candi Dermo ini adalah bagian pintu gerbangnya saja,” Ujar Hadi Iswanto Penjaga situs sejarah Candi Dermo.
    Menurut keterangan Hadi, terdapat sebuah pemakaman yang terletak disebelah pas lokasi Candi Dermo. Dalam lokasi pemakaman tersebut, terdapat Makam Mbah Kuning salah satu tokoh yang membabat Candinegoro dan diperingati juga Haulnya pada setiap tahun.
     “Seluruh masyarakat harus tahu Candi Dermo merupakan aset sejarah yang kita miliki. Ini bisa kita kenalkan ke generasi muda, dari mulai anak TK, SD, SMP dan SMA. Siapa lagi yang akan melestarikan dan mengangkat peninggalan sejarah ini jika bukan kita masyarakat Sidoarjo. Wisata ini harus bisa dikenal di Jawa Timur bahkan Nasional” Tegas BHS sambil memberikan bingkisan Sembako pada Hadi Iswanto.
     Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Periode 2014-2019 ini juga menambahkan bahwa Candi Dermo ini bisa juga sebagai wisata religi dengan adanya makam Mbah kuning. Kemudian BHS juga menginginkan masyarakat sekitar bisa membuat UMKM yang menjual aksesoris khas Candi Dermo.

    “Kita tidak boleh melupakan sejarah. Pengenalan situs sejarah ini menjadi sangat penting utamanya kepada generasi muda. Harus ada kunjungan rutin para pelajar agar mengenal aset ini. Kemudian juga bisa diadakan kegiatan budaya misalnya tari-tarian atau lomba kebudayaan yang lain di sekitar Candi ini agar membuat masyarakat antusias mengunjungi Candi Dermo” Ucap Cak BHS.
  BHS juga menginginkan kelengkapan infrastruktur yang menunjang juga perlu diperhatikan. Misalnya papan informasi terkait asal usul Candi Dermo. Kemudian harapannya Candi ini bisa segera selesai tepat waktu karena sudah memakan waktu enam tahun dalam masa pemugaran Candi.
  “Rencananya tahun 2020 ini bakal selesai proses pemugarannya. Karena proses pemugaran sudah dimulai pada tahun 2014 lalu. Karena kondisi ini juga yang biasanya Candi Dermo ramai kunjungan oleh para siswa pelajar dihari sabtu dan minggu saat ini belum bisa maksimal.” Tandas Hadi Ismawanto.
           

Jumat, 15 Mei 2020

BHS : SWASEMBADA SUSU UNTUK TEKAN ANGKA STUNTING DI SIDOARJO




       Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono kunjungi salah satu peternak Sapi perah di Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu. Masih dalam serangkaian BHS Peduli Sidoarjo untuk membagikan sembako, kali ini buruh sapi perah menerima bantuan sembako tersebut.
       BHS yang kerap kali membagikan susu kepada anak-anak kecil yang ditemui, kali ini langsung melihat proses pemerahan susu di kandangnya. Dalam sehari peternak sapi perah tersebut mampu menghasilkan 100 liter susu murni. Namun semenjak pandemic Covid-19 penjualan susu menurun hingga 20 persen.
       Seperti yang sering dilontarkan, bahwa BHS ingin menekan angka stunting yang cukup tinggi dengan cara mencukupi gizi anak-anak Sidoarjo. Politisi Gerindra ini mengaku telah menyiapkan skema swasembada susu di Sidoarjo. Salah satu contoh program yang sudah disiapkan adalah minum susu gratis untuk kalangan pelajar sebulan dua kali.
     “Kalau swasembada susu terjadi, maka mendorong suksesnya program saya minum susu gratis satu bulan dua kali. Sehingga minum susu ini harapanya juga dapat menurunkan angka stunting Sidoarjo yang cukup tinggi di Jawa Timur” Ujar BHS saat membagi sembako untuk pra pemerah susu di peternakan sapi milik Suryadi di Plaosan.
      Selain itu program ini juga mampu memberdayakan para peternak sapi di Sidoarjo. Langkah yang akan BHS lakukan adalah dengan menginventarisir jumlah peternak dan sapi, setelah itu apabila ada kekurangan akan diberikan bantuan untuk menambah jumlah sapi atau bantuan pakan dan pasokan air.

   “Bantuan mesin pendingin susu juga diperlukan untuk menjaga agar susu tetap fresh. Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah pengoptimalan susu untuk diolah menjadi komoditas makanan atau minuman lain, agar harga jualnya bisa lebih tinggi dibandingkan hanya dijual dalam bentuk susu murni,” Tegas Cak BHS.
       Keluhan Suryadi tentang harga pakan yang terus naik dan perlunya kemudahan untuk perizinan, pengemasan dan pemasaran menjadi perhatian Bacabup Sidoarjo ini. “Realisasi Kredit Usaha Rakyat harus benar-benar dipahami dan dinikmati oleh para pelaku usaha. Kemudian, izin memang harus dipermudah agar produk ini memperoleh kepercayaan publik dan kreatifitas dalam pengemasan juga perlu diperhatikan agar publik tertarik untuk membeli,” Imbuh BHS menanggapi keluhan Suryadi.
   Kades Plaosan, Arifin sudah melakukan pengenalan produk desanya ke tingkat kecamatan Wonoayu. Bahkan upaya pengembangan terus didorong oleh Desa, karena peterakan milik Suryadi ini mampu menarik tenaga kerja di kampung sekitar.         

BHS SIAP JADI BAPAK UNTUK MENGHIDUPKAN IKLIM PERSEPAKBOLAAN SIDOARJO





     Bambang Haryo Soekartono (BHS) bersilaturahmi dan berbagi sembako untuk salah satu pemain legendaris deltras Sidoarjo, Isdianto. Silaturahmi tersebut dilakukan di Kecamatan Sukodono di warung kopi milik Isdianto mantan pemain belakang Top asal Sidoarjo. Selain Isdianto, ada juga Gatot salah satu pelatih kondang yang banyak melatih club di Blitar ikut nimbrung membahas persepakbolaan di Sidoarjo.
     “Ketika berbicara sepakbola saya cukup idealis, karena saya berangkat dari karir mulai nol dari bawah. Berbicara sepak bola Sidoarjo yang perlu dihidupkan adalah kompetisi Internal. Karena disitulah bibit-bibit regenerasi muncul. Banyak sekali club-club atau Sekolah sepakbola di setiap kecamatan di Sidoarjo, namun yang kurang adalah wadah untuk mereka bertemu yaitu kompetisi” Ujar Isdianto.
   Menanggapi hal tersebut BHS ingin mengarahkan CSR perusahaan untuk membantu menghidupkan persepakbolaan di Sidoarjo. Banyaknya jumlah perusahaan yang ada di Sidoarjo seharusnya bisa juga dimanfaatkan untuk menghidupkan Sepakbola Sidoarjo. Dana tersebut diharapkan bisa mengcover kebutuhan persepakbolaan Sidoarjo.
    “Kita punya persida, untuk pembinaan usia dini mulai dari 12 tahun ke atas. Di Internal ada 30 club untuk mencetak pemain-pemain potensial, Contoh di Wilayut klagen Sutaji, Uston Nawawi, Rendi, Arif Arianto. Namun pemain sidoarjo banyak yang bermain di luar Sidoarjo. Nah mengapa mereka tidak bermain di Sidoarjo, ini sebuah pertanyaan besar,” Ujar Gatot Pelatih Sepakbola asli Sidoarjo.
    Gatot menambahkan anggaran merupakan permasalahan yang sering terjadi di dunia Sepakbola Sidoarjo. Sebelumnya memang masih ada perusahaan menjadikan club sebagai anak asuh perusahaan, tapi sekarang hampir tidak ada lagi. Banyak sekali jumlah Sekolah Sepakbola di Sidoarjo kurang lebih 100 (seratus), namun minim sekali kompetisi yang diadakan.

   BHS menjadikan keluhan pelaku sepakbola tersebut menjadi tugas yang harus dikerjakan jika diamanahi menjadi Bupati Sidoarjo. Menurutnya sepakbola adalah harga diri daerah. Euforia yang dihadirkan dalam sepakbola, solidaritas menjadi kebanggan sendiri untuk masyarakat Sidoarjo. Oleh karena itu Bacabup Sidoarjo ini akan serius menangani dan menghidupkan Sepakbola Sidoarjo mencapai puncak kejayaan.
       “Kita punya sumber daya manusia yang sangat cukup, karena terbukti sudah berhasil mencetak pemain-pemain kelas Nasional. Alokasi anggaran yang harus ditambah, kemudian sumber-sumber anggaran yang harus ditambahkan salah satunya adalah CSR perusahaan untuk mendukung perkembangan sepakbola di Sidoarjo. Selain itu, Infrastruktur baik itu lapangan sepakbola, ataupun kelengkapan latihan itu juga akan saya perhatikan dengan betul. Semua itu akan saya jadikan program prioritas dalam rangkaian menghidupkan sepakbola di Sidoarjo” Tegas Bakal Calon Bupati Sidoarjo tersebut.
     Warih, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sidoarjo juga menambahkan bahwa perlu adanya evaluasi terhadap organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo sebelum adanya penambahan alokasi anggaran. Karena menurutnya profesionalitas KONI juga berpengaruh terhadap efektifitas anggaran salah satunya mencegah kebocoran anggaran.
   Kemudian BHS juga memberikan bantuan bola dan sarung tangan kiper untuk dua Sekolah Sepakbola yang ada di Sidoarjo. Bantuan tersebut diharapakan bisa menambah semangat pesepak bola muda Sidoarjo dan tentunya bermanfaat untuk berlatih.

           

Rabu, 13 Mei 2020

BHS BERBAGI DI JABON : DIALOG SINGKAT DARI MULAI PENGAMEN BADUT HINGGA MASYARAKAT TAK DAPAT BANTUAN COVID-19




    Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Bambang Haryo Soekatono (BHS) kembali berbagi dengan masyarakat kali ini di kecamatan Jabon dengan beberapa titik desa. Agenda berbagi sembako ini dikhususkan untuk masyarakat yang terdampak covid-19. Selain itu mereka yang belum tercover oleh bantuan daerah.
    Dialog singkat kerap kali dilakukan BHS dalam pembagian sembako dari rumah ke rumah. Mulai dari mendengarkan curhatan masyarakat hingga pemberian sembako serta tips untuk pencegahan covid-19.
    Dalam beberapa titik rumah, BHS berjumpa dengan ibu-ibu pengamen jalanan yang biasanya menggunakan kostum badut, tukang becak, pembantu rumah tangga yang harus kehilangan pekerjaannya, pekerja serabutan, tukang sampah, buruh pabrik plastic dan banyak profesi lain.
    Sutinah salah satu warga desa Panggreh mengaku telah berhenti total selama satu bulan ini tidak bekerja. Suaminya yang bekerja sebagai kuli pun demikian. Dengan tanggungjawab untuk menghidupi tiga orang anaknya, sangat sulit baginya bertahan hidup. “Saya belum mendapat bantuan apapun baik dari pemerintah pusat ataupun daerah,” Ujar perempuan berusia sekitar 45 tahun tersebut.
     Bantuan yang diberikan oleh BHS disambut bahagia oleh perempuan eks pekerja pabrik plastic tersebut. “Saya sangat berterimakasih. Karena sudah diberikan paket sembako dan sudah masuk ke rumah saya. Sebelumnya sering ada pendataan terkait bantuan tapi akhirnya entah bagaimana” Ungkapnya.
   Sementara itu, BHS sangat prihatin dengan kondisi yang dia lihat sendiri secara langsung. ”Saya melihat langsung rumah bu Sutilah, Selayaknya memang beliau mendapat bantuan dari pemerintah. Kalau saya diamanahi menjadi bupati, saya akan masukkann rumah beliau pada program bedahrumah”.

   Selain itu BHS juga bertemu dengan pengamen badut yang tidak boleh beroprasi selama PSBB. Namun mereka tidak mendapatkan bantuan untuk bertahan hidup. Hal ini menurut BHS perlu mendapatkan solusi konkret dari Pemerintah.
     Bakal Calon Bupati (bacabup) Sidoarjo ini juga memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak. BHS membagikan susu kepada anak-anak yang ada di Desa tersebut. Karena menurutnya jangan sampai angka stunting Sidoarjo terus meningkat. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mencukupi kebutuhan gizi anak, salah satunya adalah dengan minum susu.
   “Harapannya bantuan dari tim BHS Peduli ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Sidoarjo. Tentunya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan saya siapkan salah satu program yaitu makan ikan gratis dan minum susu gratis,”tandas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2014-2019 ini.

Minggu, 10 Mei 2020

GERINDRA SOLID : BAGIKAN SEMBAKO UNTUK KADER DAN WARGA SIDOARJO

   

   Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) berkontribusi dalam acara pembagian 545 paket sembako dan 180 paket untuk warga membutuhkan di sekitar PAC Partai Gerindra Sidoarjo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sidoarjo dan dihadiri jajaran pengurus DPC Gerindra Sidoarjo.
     Keterlibatan kader-kader yang mengisi posisi di kursi legislatif juga nampak pada acara tersebut. Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, DPRD Propinsi Jawa Timur yaitu dr.Benyamin, Anggota DPR RI Dapil Sidoarjo-Surabaya Rahmat Muhajirin. Penyerahan secara simbolis diberikan di Lemahputro, PAC Sidoarjo. Tidak hanya itu ada beberapa titik lagi seperti di Wadungasih, PAC Buduran dan Sedati Gedhe, PAC Sedati.
    Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo yaitu BHS mengungkapkan bahwa bantuan ini selain untuk para kader gerindra baik pengurus PAC bahkan Ranting, juga ditujukan untuk warga sekitar PAC dan Ranting yang benar-benar tidak mampu (membutuhkan).
Artinya mereka memang terdampak secara ekonomi akibat adanya Covid-19 ini kesulitan bekerja.
   "Pembagian sembako ini adalah kegiatan DPC Partai Gerindra Sidoarjo. Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur kader partai Gerindra. Tujuannya adalah untuk meringankan beban warga kurang mampu selama pandemic Covid-19 dan selama pelaksanaan PSBB di Sidoarjo” Ujar Rahmat Muhajirin.
    Sebagai Anggota DPR RI Komisi III, Rahmat Muhajirin juga meminta warga sidoarjo untuk mentaati peraturan PSBB. Hal ini juga dikarenakan pemberlakuan PSBB untuk Sidoarjo diperpanjang hingga 25 Mei 2020.

     Bakti sosial tersebut berjalan dengan baik. Pembagian yang dilakukan di beberapa titik tempat PAC Gerindra itu, mendapat sambutan baik dari para pengurus PAC. Kehadiran beberapa tokoh Partai Gerindra Sidoarjo juga turut memeriahkan acara tersebut. Dari mulai tingkat DPP hingga anggota Legislatif.
  “Kegiatan ini sebagai konsolidasi partai sekaligus kegiatan bakti sosial melibatkan Bacabup, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Jatim, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dan unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) Partai Gerindra Sidoarjo” Ujar BHS Bacabup Gerindra-Golkar.
           

MASA PSBB, BHS FOKUS PERHATIKAN MASYARAKAT DIBAWAH GARIS KEMISKINAN


  Bakal calon bupati (bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) kembali turun untuk menyerahkan bantuan paket sembako. Selain menganjurkan kepada masyarakat sidoarjo untuk tetap dirumah, BHS ingin anjuran tersebut dapat dilaksanakan dengan tenang oleh masyarakat Sidoarjo. Oleh karena itu bantuan sembako diberikan dengan harapan dapat membantu warga Sidoarjo bertahan hidup dimasa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
     Lokasi pembagian berada di kecamatan Taman dengan beberapa titik desa diantaranya Desa Sidodadi, Krembangan dan Kalijaten. Penerima sembako tersebut adalah masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan dan terkena dampak ekonomi akibat covid-19. Beberapa diantaranya adalah janda, lansia pemulung, penjaga makam, korban Pemutusan Hubungan Kerja dan sejumlah istri veteran yang membutuhkan.
   Pembagian dihadiri juga oleh Rifa’I ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra sebelum Kayan. Rifa’I dan BHS berkeliling desa Sidodadi untuk membagikan langsung sembako kepada masyarakat. Rifai yang dulunya adalah mantan lurah 2 periode dan asli penduduk sidodadi bersyukur dengan adanya bantuan kepada masyarakat Sidodadi.
   Sementara di Desa Krembangan terdapat pasutri usia lanjut yang menjadi penerima bantuan, yaitu Paijah (64) dan Supii (109). Pasangan suami istri tersebut hanya tinggal berdua karena tidak memiliki anak. Sehari-hari bekerja memunguti sampah (pemulung). Namun akhir-akhir ini kesehatan supii terganggu karena factor usia. Sehingga kini Paijah yang lebih banyak bekerja sehari-hari.

   Selain itu terdapat juga juru tambang perahu tradisional. Penyebrangan antara desa Krembangan menuju Bambe Gresik dan Warugunung Surabaya maupun sebaliknya. Kondisi covid-19 dan pemberlakuan PSBB menyebabkan penurunan drastis penghasilan penambang.
   “Mereka ini juga perlu diperhatikan karena mereka juga berjasa terhadap masyarakat bahkan juga membantu pemerintah menjadi akses. Para penambang ini lah yang sudah memberikan pelayanan penyebrangan yang cepat dan praktis bagi warga sekitar. Nah mungkin pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap keselamatan mereka. Misalnya dibantu jaket pengaman (pelampung),” Tegas Cak BHS Bacabup Sidoarjo.
   Setelah berkeliling dibeberapa titik di Kecamatan Taman untuk membagikan sembako, BHS juga memberikan bantuan untuk mushollah. Seluruh bantuan yang diberikan diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan sedikit membantu meringankan beban masyarakat.
 “Sejatinya seorang Bupati itu pelayannya rakyat. Kalau sudah mau jadi Bupati, maka harus siap menjadi bature (pelayan) rakyat. Semua amanat rakyat harus bisa dijalankan dengan baik,” Tegas Bakal Calon Bupati Sidoarjo ini.
           
           

Selasa, 05 Mei 2020

100 HARI KERJA,BHS AKAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENJAGA PERLINTASAN KA TAK BERPALANG PINTU



   

   Bambang Haryo Soekartono (BHS) memperhatikan penjaga perlintasan Kereta Api tak berpalang pintu di Sidoarjo. BHS prihatin dengan kondisi tersebut. Berdasarkan pengalamannya pada waktu menjabat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Sidoarjo-Surabaya, PT.Kereta Api Indonesia (KAI) mendapat dana infrastructure, Maintenance and Operation (IMO) sebesar Rp 2 triliun. Namun kondisi dilapangan masih ada palang pintu yang tidak layak dan penjaga palang pintu yang mendapatkan gaji dari desa.
      “Pemerintah harus memberi perhatian serius terhadap para penjaga palang kereta api ini, mereka telah menjaga dan menyelamatkan nyawa publik, baik yang ada dalam kereta, ataupun para pengguna jalan” Pekik Cak BHS.
     Menurut Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia ini, dana IMO yang diperoleh tersebut harus diserap seoptimal mungkin. Wilayah sidoarjo kurang lebih terdapat 145 perlintasan Kereta Api sebidang, sekitar 60% sudah dilengkapi palang pintu namun masih ada beberapa persen yang belum dilengkapi palang pintu. Penghitungan sederhananya, jika terdapat 4 penjaga palang pintu dan mereka digaji Rp 2 juta maka diperlukan Rp14,4 miliar selama setahun dari total anggaran untuk menyejahterakan penjaga palang pintu.
       Infrastruktur yang kurang memadahi juga perlu banyak perbaikan. “Kemarin disekitar daerah pucang terdapat penjaga kereta api yang berpatokan pada jam pribadi, tanpa memiliki schedule kereta, dan setelan waktunya belum tentu sama dengan yang ada di stasiun. Hal-hal seperti ini sangat bahaya, telat beberapa menit saja nyawa public taruhannya.” Imbuh BHS.

       Bakal Calon Bupati Sidoarjo ini juga memberikan paket sembako kepada para penjaga perlintasan kereta api tersebut. Paket sembako tersebut diharapkan dapat sedikit membantu untuk tetap dirumah seperti anjuran pemerintah.
     “Kesejahteraan penjaga rel kereta api ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah baik pusat dan daerah, terlebih PT.KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penjaga ini juga memerlukan seragam yang layak, bukan hanya lungsuran dari pegawai resmi. Karena masyarakat juga kerap marah dan menerobos jika yang memberhentikan tidak menggunakan seragam” Ujar Bacabup Gerindra-Golkar ini.
      Sementara itu keberadaan penjaga lintasan kereta tak berpalang pintu terbukti cukup efektif. Meskipun gaji yang diberikan sebesar Rp1,7 juta per tahun, Anaz dan Ismail bekerja dengan gigih sesuai jadwal kereta. “Dulu sering sekali kecelakaan pak, juga sempat ada yang bunuh diri disini karena gelap dan tidak ada yang menjaga. Tapi setelah ada penjaga alhamdulillah semua aman.” Ujar Anaz salah satu penjaga lintasan kereta desa Boro dan Desa Ngaban.
      “Perbaikan yang diperlukan juga termasuk pemasangan Early Warning System (EWS). Alat ini berfungsi untuk memberikan tanda 1,5 kilometer sebelum kereta api melintasi jalur tersebut. Semua perbaikan dan peningkatan kesejahteraan itu mudah asalkan didukung oleh kebijakan pemerintah. Insyaallah jika saya diamanahi menjadi bupati Sidoarjo saya akan lakukan perbaikan dalam waktu 100 hari kerja,” Tutup BHS sebagai salah satu kandidat kuat Bupati Sidoarjo.
           
           
           
           
           

Senin, 04 Mei 2020

MERAWAT KEBUDAYAAN : HIDUPKAN LAGI TARI UJUNG TARIK SIDOARJO



    Semangat merawat kebudayaan sidoarjo konsisten ditunjukkan oleh bakal calon bupati (bacabup) sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Sebelumnya BHS telah menggugah semangat tarian tradisional masyarakat pesisir sidoarjo yaitu Banjarkemuning untuk dilestarikan. Saat ini dirinya mengunjungi para penari Tari Ujung didaerah Tarik Sidoarjo.
    “Tarian ini merupakan aset kebudayaan yang harus dilestarikan. Tidak boleh masyarakat sidoarjo tidak mengenal kebudayaannya, apalagi generasi muda. Kebudayaan ini juga berpeluang menarik wisatawan domestic bahkan Internasional. Saya akan mendorong agar masyarakat mengenal tarian ini, sehingga masyarakat luas bisa menikmati indahnya tarian yang dimiliki masyarakat sidoarjo,” tegas Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 2014-2019 ini.
    Pertunjukkan Tari Ujung ini biasanya dilakukan oleh dua orang laki-laki yang bertelanjang dada, kemudian keduanya saling mencambukkan rotan secara bergantian kearah tubuh. Tarian ini dipercaya menjadi salah satu jejak sejarah kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit juga tumbuh di salahsatu daerah sidoarjo yaitu Tarik yang dulunya disebut sebagai Alas Trik. Selain itu tarian ini dipercaya memiliki nilai magis yaitu untuk mendatangkan hujan.
         Achmad Fathoni selaku Kepala Desa Tarik juga melakukan upaya melestarikan tarian ini sebgai aset kebudayaan. Pihak desa memfasilitasi para pelaku kebudayaan ini untuk tampil diluar daerah. Bahkan setiap bulan agustus, tarian ini dipertunjukkan di Desa Tarik untuk meminta hujan.
      “Tarian ini sudah banyak ditiru meskipun dengan nama yang berbeda. Namun tetap ada perbedaan dari segi gerakan tarian. Tahun 2017 kemarin, kami tampil di Bali dan dapat penghargaan dari Gubernur Bali. Tapi kami belum bangga dan puas secara total karena kami belum bisa mengantongi hak paten atas tarian tersebut, ” Ungkap Toni salah satu penari Tari Ujung.
     Kepala Desa Tarik menjelaskan bahwa sekali permainan bisa mencapai 30 orang dengan pemusik gamelan 5 orang. Tapi memasukki panggung secara bergantian dua orang dengan dibantu pelandang (wasit) yang mengatur pertunjukkan. Tarian ini dibagi menjadi tiga sesi yaitu telak (mengelak), gantain memukul menggunakan rotan, dan pukulan bebas. Usainya semua penari kulitnya diolesi kulit pisang hijau dan ditaburi beras kuning.
       Bambang Haryo Soekartono (BHS)menegaskan tarian ini tidak boleh punah. Meskipun dirinya melihat ada personil yang sudah berusia sepuh, tetapi nilai seni dan semangatnya tetap tinggi. Tarian ini harus segera dipatenkan secepat mungkin. Sudah muncul banyak tarian-tarian sejenis dengan nama yang berbeda di daerah lain.

    Mirisnya kondisi covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian mereka. Apalagi dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sidoarjo. Para pelaku seni ini mengaku sepi pertunjukkan, bahkan tidak ada permintaan sama sekali. Hal ini kemudian disikapi oleh BHS dengan memberikan bantuan sembako kepada para pelaku seni tersebut.
   
“Besar harapan saya para pelaku seni ini memperoleh perhatian Pemerintah. Bantuan sembako ini saya berikan agar mereka bisa menyambung hidup dan menjalankan PSBB dengan tenang. Kita harus merawat kebudayaan sidoarjo, seperti beliau-beliau merawat kebudayaan Tari Ujung ini,” Tutur BHS.

BHS : BERBAGI SEMBAKO DAN IDE PENATAAN ULANG SENTRA KULINER GAJAHMADA




    Bambang Haryo Soekartono (BHS) kembali memasyarakat. Namun kali ini BHS berbagi sembako dan masker serta memastikan masyarakat sidoarjo sehat. Sambil berbagi sembako, BHS menghimbau seluruh masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap dirumah. Bantuan sembako yang diberikan diharapkan bisa membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi dengan adanya covid-19 dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
       “Pembagian sembako hari ini dilakukan dibeberapa titik di kecamatan sidoarjo diantaranya pucang, bluru, dan ada titik lain. Namun semuanya sudah terkordinasi secara teknis dirumah-rumah masyarakat terdampak dan tidak melibatkan banyak personel, sesuai anjuran pemerintah agar tetap kondusif“ Ujar Cak BHS.
        Bacabup ini menyempatkan mengunjungi Sentra Kuliner Gajahmada. Di lokasi tersebut BHS berdialog dengan beberapa pelaku usaha dan mereka mengeluhkan omzet yang turun akibat kondisi covid-19 ini. Bahkan penurunan yang terjadi sangat drastis yaitu sekitar 70 hingga 80% dari penghasilan biasanya.
       “Ealah pripun pak, lah wong mboten wanton medhal sedoyo wong wonten PSBB niki nggehan” ujar Lirwana dalam Bahasa jawa salah satu pedagang warkop.
        Menanggapi hal tersebut BHS menilai bahwa sebenarnya bangunan yang ada pada sentra kuliner ini sudah cukup baik, lokasinya strategis dan cukup bersih. Oleh karena itu peluang untuk berkembang cukup besar. Sudah sewajarnya menjadi perhatian pemerintah, apalagi ditengah wabah covid-19 yang sangat berdampak pada roda perekonomian masyarkat sidoarjo.
       “Sekarang semakin sepi, apalagi banyak toko-toko disekitar tutup jadi pegawainya juga libur. Biasanya 50 sampai 60 porsi dalam beberapa jam berjualan. Sekarang 10 sampai 15 porsi sudah bagus.Karena sangat sepi pembeli,” Ucap Sunarti pedagang penyetan di lokasi tersebut.
        BHS dengan bijak mengutarakan bahwa jika dirinya diamanahi menjadi bupati Sidoarjo, insyaallah akan siap menjadikan sentra kuliner ini menjadi lebih optimal lagi. “Perlu ada penataan ulang, misalnya pengelompokan pedagang, grup masakan rawon,soto sejenis menjadi satu kelompok, jenis makanan lain pun seperti itu. Kemudian adanya hiburan seperti live music dihari tertentu agar anak muda juga tertarik,” Tegas BHS.
       Menurutnya perlu adanya kepedulian pemerintah daerah khususnya untuk memberi keringanan kepada pedagang di lokasi tersebut. Setidaknya penghapusan retribusi sementara selama pandemic covid-19. Meskipun tidak banyak namun hal itu pasti akan banyak membantu para pedagang disini.
      “Ayo masyarakat sidoarjo kita membeli makanan dan minuman disini. Apalagi sudah bisa dipesan secara online. Hal ini akan membantu meningkatkan omzet pedagang. Silahkan beli makanan Sidoarjo di Sentra Kuliner Gajahmada,” Ajaknya dengan semangat.

      Dalam serangkaian acara berbagi sembako untuk masyarakat sidoarjo terdampak covid-19 ini segmen masyarakat cukup merata. Mulai dari janda, warga miskin, PKL, Penjaga makam pahlawan, Penjaga makam Bupati Sidoarjo pertama, tukang becak, penarik gerobak sampah, penjaga perlintasan KA tak berpalang pintu dipucang dan juga petani.

“Harapannya semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak. Tentu tidak mudah dengan pendapatan Rp300.000 per bulan untuk bertahan hidup. Apalagi ditengah pandemic covid-19 ini. Mari kita peduli terhadap sesama, saling menjaga dan membantu satu sama lain. Insyallah masyarakat sidoarjo senantiasa diberi kesehatan,” Tegas Bacabup Gerindra-Golkar itu.

Rabu, 29 April 2020

BHS :SAATNYA PEMERINTAH STABILKAN HARGA BBM DEMI MENYELAMATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT



Sumber gambar : indopolitika.com


  Wabah covid-19 ini menyebabkan kondisi masyarakat internasional menjadi tidak baik-baik saja. Utamanya dalam hal ekonomi, setiap negara punya permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh covid-19. Salah satunya adalah turunnya harga minyak mentah di dunia Internasional.
      Kondisi di Amerika Serikat sebagai salah satu contoh sedang terpuruk. Produksi minyak terus berjalan sedangkan permintaan menurun, sehingga tangka penyimpanan yang terbatas tidak dapat menampung seluruhnya. Mengutip Antara (29/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik US$0,47 atau 2,3 persen ke posisi US$20,46 per barel.Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melemah US$0,44 atau 3,4 persen ke US$12,34 per barel. Bahkan harga minyak WTI sempat berada dibawah 0 dollar AS per barel.
      Salah satu negara yang telah melakukan penyesuaian harga akibat kondisi ini adalah negara tetangga. “Malaysia harga bahan bakar RON 95 per 18 April seharga RM1,25 atau Rp4.395 per liter, RON 97 harganya RM1,55 atau Rp5.450 per liter dan diesel RM1,43 atau Rp5.028 per liter,” Ujar Bambang Haryo Soekartono (BHS).
      Sementara itu Indonesia masih belum ada kebijakan konkret terkait dengan kondisi tersebut. Mengutip CNN (27/04) Bahkan perbandingannya Indonesia menjual pertalite (BBM RON 90) Rp7.650/liter, Pertamax (BBM RON 92) Rp9.000/liter, Pertamax Turbo (BBM RON 98) Rp9.850/liter. Lalu, Premium (BBM RON 88) Rp6.450/liter, Dexliter Rp9.500/liter dan Pertamina Dex Rp10.200/liter. “Padahal dalam premium dan solar harga tersebut sudah disubsidi oleh pemerintah kurang lebih Rp1.000 -Rp1.600/liter,” Imbuhnya.
       Menurut BHS, Indonesia harus segera melakukan penyesuaian harga. Karena baginya, penyesuaian tersebut adalah bentuk penyelamatan melalui kebijakan pemerintah. “Pak Jokowi harus tegas terhadap menteri-menterinya, segera lakukan penyesuaian, harus ada transparansi, karena energi tersebut salah satu hal dasar yang banyak dibutuhkan oleh public. Jika tidak segera dilakukan penyesuaian, akan muncul kecurigaan bahwa masih banyak praktek-praktek kartelisasi dalam bidang ini yang harus diberantas” Kata BHS dengan tegas.
      Penurunan BBM dinilai sangat penting karena memiliki banyak efek di dalam aspek ekonomi. Pengusaha industry manufaktur, sector jasa transportasi, nelayan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah mereka pasti membutuhkan Bahan bakar tersebut.
       “Lebih lagi jika harga BBM segera dilakukan penyesuaian. Hal itu berpotensi menekan angka PHK. Karena ongkos produksi juga akan berkurang, sehingga perusahaan masih mampu membayar karyawannya dalam kondisi covid-19 ini,” Ucap Bakal calon bupati Sidoarjo.
     Bakal calon bupati Sidoarjo ini berharap pemerintah mau memperhatikan kondisi masyarakat. Dalam kondisi covid-19 ini, pemerintah dapat membantu masyarakat melalui kebijakan, salah satunya adalah penyesuian harga minyak. Dengan hal tersebut masyarakat akan terbantu selain bantuan-bantuan sosial lain yang telah diberikan.
   “Saya yakin Pak Jokowi dan Menteri-menterinya masih peduli terhadap kondisi masyarakatnya terlebih menghadapi wabah covid-19 ini. Selain itu mereka juga pasti tidak sepakat dengan praktek-praktek kartelisasi. Oleh karena itu segera sesuaikan harga-harga tersebut, setidaknya itu bisa menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat” Tegas Bambang Haryo Soekartono.
             

BHS BAGIKAN 1.500 PAKET SEMBAKO UNTUK MASYARAKAT SIDOARJO




      Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono membagikan 1.500 paket sembako untuk warga terdampak covid-19 di wilayah sidoarjo. Pembagian ini bertujuan untuk membanhtu masyarakat sidoarjo menghadapi masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sembako ini dibagikan sehari sebelum massa PSBB diterapkan.
          Sembako dibagikan di beberapa titik kecamatan yang ada di Sidoarjo. Beberapa diantaranya adalah kecamatan Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Gedangan, Waru, Wonoayu, Buduran dan Kecamatan Krian.
   Pembagian sembako sehari sebelum penerapan PSBB ini, dalam rangka BHS Peduli terhadap masyarakat yang kena dampak Covid-19. Baik itu pedagang, warung, janda tua, lansia maupun karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Agar warga terdampak tak mengalami kesulitan dan terbantu selama pelaksanaan PSBB," terang Bambang Haryo Soekartono.
  Dari jumlah total 1.500 sembako terdapat sekitar 100 paket yang isinya tidak hanya beras, gula, dan minyak goreng tapi dilengkapi dengan sayuran dan telor. Menurut BHS, itu semua penting agar warga tetap bisa mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna ditengan pandemic covid-19 ini. Terlebih lagi seluruh warga sidoarjo bisa sehat dan terhindar dari covid-19.
  Selain itu, BHS juga menghimbau agar semuanya bisa tetap dirumah. Namun, jika memang harus bekerja ataupun ada kepentingan harus menggunakan masker, tetap menjaga kebersihan dan menjaga jarak. Pembagian sembako ini juga salah satunya supaya masyarakat sidoarjo tidak khawatir terhadap kebutuhan pangannya sebelum pemerintah melaksanakan kewajibannya untuk membantu secara oprimal.
 “Hampir sudah menjelang PSBB, namun bantuan belum maksimal tersebar dibeberapa titik yang memang terdampak covid-19 dan membutuhkan bantuan tersebut. Kami harap intruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat dipatuhi oleh warga. Tentu harus ada jaminan dari pemerintah agar masyarakat tetap bisa hidup. Mereka membutuhkan bantuan logistic, pangan ataupun uang yang juga belum tersebar dengan baik. Saat ini masyarakat kordinasi dengan kelompok industry, RT dan RW siapa saja yang layak dimasukkan data penerima bantuan itu,” Ujar Cak BHS.

Menurut BHS, kondisi dilapangan lebih memprihatinkan. Sudah ada ancaman perusahaan yang bakal memberhentikan 11.000 karyawannya. Permohonan tersebut sudah masuk ke Dinas Ketenagakerjaan Sidoarjo.

Dalam rangka bulan ramadhan, Bacabup yang mempunyai tagline Peduli lingkungan dan kesehatan, juga memberikan sejumlah mukena dan Al-Quran untuk Musholla Baitul Muttaqin di Kelurahan Sidokumpul. Tentunya dengan harapan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan semakin bersemangat dalam beribadah kepada Allah SWT.

BHS BAGIKAN TIPS MEMBUAT JAMU TRADISIONAL ANTI COVID-19



     
    Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berbagi pengalaman pencegahan covid-19. Kali ini BHS membagikan jamu tradisional racikannya untuk bisa dinikmati oleh seluruh warga Sidoarjo. Ramuan jamu berisi rempah-rempah ini terdiri dari campuran kunir (kunyit), jahe, daun siri serta ditambah madu dn kuning telur.
        “Masyarakat kita telah mengenal jamu sejak jaman dahulu, sebelum industri obat masuk di Indonesia, tumbuh-tumbuhan tradisional yang dijadikan obat. Oleh karena itu mengkonsumsi jamu tradisional saya yakini dapat menjaga tubuh tetap sehat. Tentunya, harus juga diketahui seluruh kandungan yang ada dalam bahan jamu tersebut” Tutur cak BHS.
         Bambang Haryo juga menjelaskan mengapa bahan-bahan tersebut menjadi ampuh untuk dikonsumsi. Kunyit mengandung senyawa antioksidan sehingga bisa menyembuhkan infeksi dan peradangan. Kemudian jahe mampu mencegah penyakit degeneratif dan menular, menangkal infeksi virus, dan memperkuat sistem imun tubuh. Sedangkan daun sirih mengandung antioksidan dan antiseptik. Sehingga dengan meminum sirih, keringat akan mengandung antiseptik yang sama dengan sabun antiseptik dan menghancurkan virus.
       Menurut Bacabup sidoarjo ini silenium juga mengandung mineral penting untuk reproduksi dan kekebalan tubuh manusia. Semua komposisi rempah tadi digodok kemudian jika sudah masak baru dicampuri madu dan kuning telur.
      “Madu mampu meningkatkan imun tubuh dan sumber antioksidan. Sedangakan Vitamin C, E dan Zinc terdapat di sayur bayam, buah tomat dan srikaya. Kandungannya mampu mempercepat penyembuhan, mencegah virus dan bakteri, meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal radikal bebas” Ucap BHS.
 Selain untuk konsumsi keluarganya, Jamu tersebut juga secara rutin dikonsumsi oleh 5000 karyawan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Group. Sebagai pemilik perusahaan BHS menginginkan seluruh karyawannya sehat sehingga dapat beraktivitas dengan prima. Tidak berhenti sampai disitu, kepedulian BHS terhadap kesehatan dan lingkungan dibuktikan dengan menjadikan karyawan DLU Group sebagai agen sosialisasi di wilayah sekitarnya.
       “Seluruh Karyawan harus mensosialisasikan kepada lingkungan sekitar rumahnya untuk menjaga kebersihan dan mengkonsumsi jamu tradisional tersebut. Mulai dari RT, RW, Bahkan Kelurahan. Hal tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat sekitar juga terhindar dari wabah covid-19 ini.” Ujar BHS.
          Cak BHS, menganjurkan selain mengkonsumsi jamu tersebut, masyarakat juga harus menjaga kebersihan dan kesehatan dengan baik. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah berjemur dibawah terik matahari setiap pagi.
“Masyarakat sidoarjo tidak boleh takut terhadap virus ini, ayo kita lawan bersama-sama dengan cara saling menjaga diri dan lingkungan”Ungkapnya.

BHS DENGARKAN MASYARAKAT SUKODONO : SAMBATAN PETANI SAMPAI PERMASALAHAN UMKM


    Bambang Haryo Soekartono (BHS) Bakal calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo kembali turun ke masyarakat. Kali ini di desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono. Selain melakukan penyemprotan fogging BHS juga berkeliling dengan menggunakan sepeda menyisir desa-desa sekitar untuk melihat potensi yang ada.
         Kelompok Tani di Dusun Semambung mengeluhkan hasil panen yang tidak maksimal. Lokasi sawah tersebut bersebrangan dengan sungai dengan air yang melimpah. Namun para petani hanya bisa melakukan panen sebanyak dua kali dalam setahun.
        “Karena jatah air kerap dipermainkan, makanya saat musim hujan kemarin kami pun tetap berinisiatif menggunakan mesin diesel pompa air swadaya kelompok tani untuk mendapatkan air ke lahan tanaman padi kami” Terang Sudaryoso Ketua Kelompok Tani Dusun Semambung.
        Jatah air untuk sawah produktif pertanian sering dipermainkan. Padahal ada kanal untuk membuka kran air, namun alat pemutarnya tidak ada. Disamping itu Sudaryono mengeluhkan juga ketersediaan pupuk yang sangat terbatas dan cenderung kurang. Bahkan dari permintaan mereka hanya diberikan 40%nya saja. Contoh mereka membutuhkan 100kg pupuk, namun hanya diberikan 40kg pupuk. “Sak larang-larang e nek onok tak tuku pak, wong butuh”  ujar Sudaryono dalam Bahasa jawa.
      Kondisi tersebut membuat BHS prihatin, karena menurutnya sidoarjo adalah kota delta yang diapit oleh dua sungai besar, ada ratusan kanal dan anak sungai.”Kalau sekarang petani kesulitan air itu aneh. Jangan biarkan ada permainan jatah air. Kasihan para petani. Semua saluran air harus terkoneksi dan dioptimalkan agar tidak ada lagi kekurangan air” Kata Cak BHS.
        
       
     Selain bertemu dengan para petani, BHS juga mengunjungi salah satu UMKM batik di daerah Ngaresrejo. “Kita harus bangga dengan batik sidoarjo, pemerintah harus memperhatikan perkembangan umkm batik, bahkan memfasilitasi. Contohnya dengan mewajibkan ASN dan karyawan perusahaan untuk menggunakan batik hasil UMKM Sidoarjo, ini akan sangat membantupara pelaku UMKM” Ujarnya.

         Disamping itu perlu adanya fasilitas untuk pemasaran hasil produk UMKM. Perluasan pasar dengan memanfaatkan dunia digital juga harus dilakukan oleh para pelaku usaha.
     Cak BHS meminta agar Abu bakar pemilik UMKM Batik didesa tersebut, untuk menularkan semangat melestarikan budaya ke anak dan keluarganya yang masih muda. “Jangan sampai batik ini punah, nanti kita harus upayakan seni kerajinan membatik masuk dalam kurikulum SMK.” Ujar Pemilik PT.Dharma Lautan Utama Group ini.