Rabu, 24 Juni 2020

BHS : KAMPUNG EDUKASI SAMPAH SEKARDANGAN LAYAK JADI PERCONTOHAN DI SIDOARJO

  Bambang Haryo Soekartono mengunjungi kampung edukasi sampah di daerah Sekardangan, kecamatan Sidoarjo (20/6). BHS sangat mengapresiasi kampung tersebut karena kreatifitas dan keunikannya dalam mengelola sampah.
     “Ini merupakan sebuah aset yang dimiliki oleh Kabupaten Sidoarjo. Sehingga kita semua patut bangga serta ikut melestarikan dan memberdayakan agar menjadi percontohan untuk kampung lainnya,” Ujar Bacabup Golkar-Gerindra ini.
     Dalam kunjungannya ke kampung edukasi tersebut, BHS diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Sambil ditemani warga RT 23 RW 07, BHS memperoleh penjelasan dari masyarakat tentang potensi desa dan pengelolaannya. Beberapa warga juga menjelaskan sambil berkeliling bahwa Kampung ini pernah dinobatkan sebagai kampung terinovatif oleh pemerintah Sidoarjo.
   BHS juga sangat mengapresiasi sekali keberadaan kampung ini. Jika mendapat kepercayaan untuk menjadi bupati Sidoarjo, BHS ingin kampung ini menjadi percontohan untuk kampung di Sidoarjo. “Kampung ini juga memberikan edukasi kepada public, salah satu contoh dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warga, sampah mampu di daur ulang menjadi pupuk organic baik padat ataupun cair,” Imbuhnya.
     Dalam segi keamanan lingkungan, kampung ini juga memperoleh pujian dari Politisi Gerindra, BHS. Kampung edukasi sampah ini sudah dilengkapi dengan CCTV dan Sirine. Jadi jika ada bahaya semisal kebakaran sirine ini memberikan peringatan. Hal ini menurut BHS sangat baik dan jarang ditemui di kampung-kampung lain.
     Selain keamanan, dari segi kesehatan terdapat taman obat keluarga (toga). Dengan adanya toga tentu membantu dalam hal kesehatan warga di sekitar kampung edukasi tersebut. Terdapat juga ruang terbuka hijau (RTH) privat di lingkungan tersebut yang dapat menambah kesegaran udara di lingkungan. Hal ini menurut BHS perlu diperluas, sehingga makin banyak ruang terbuka hijau privat makin baik untuk Sidoarjo.
     Menurut Agus Fuadi salah satu warga Sekardangan, awal munculnya ide tersebut adalah reaksi dari keprihatinan warga melihat lingkungannya yang tidak hijau. Lima tahun yang lalu dan dalam kondisi tersebut akhirnya mencoba membangun kampung edukasi tersebut hingga saat ini.
     Warga lalu berinisiatif agar mereka bisa tinggal dengan aman dan nyaman. Maka timbul ide membuat hijau kampung tersebut. “Warga lalu bekerja bakti, menanam sejumlah tanaman. Mengelolah sampah dan lain-lain. Alhamdulillah itu sekarang bisa menjadi percontohan untuk perkampungan lain.” Tambah Agus Fuadi.
     Selain memperhatikan lingkungan, masyrakat di Sekardangan juga memperhatikan lingkungan sosial pergaulan anak-anak. Melihat kondisi percepatan teknologi dan candu terhadap gadget, anak-anak disiapkan tempat bermain dan alat permainan tradisional agar mereka mengenal dan memainkannya seperti engklek, gobak sodor dan ular tangga. “Ini sangat hebat dan luar biasa” Ujar BHS Bacabup Sidoarjo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar